PELALAWAN, — Udara pagi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terasa lebih sejuk dari biasanya. Langkah-langkah para pejabat tinggi negara tampak menyusuri jalur konservasi, menandai dimulainya kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, ke kawasan hutan konservasi di jantung Riau tersebut.
Didampingi oleh Gubernur Riau Abdul Wahid dan Bupati Pelalawan H. Zukri, Ahad (14/7) kunjungan ini menjadi bagian penting dari agenda nasional dalam memulihkan fungsi ekologis Tesso Nilo yang selama ini menghadapi tekanan dari alih fungsi lahan.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai pengawasan langsung atas pelaksanaan program restorasi hutan konservasi, yang digerakkan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di bawah komando Mayjen TNI Dodi Triwinarto.
“Tindakan kita hari ini adalah langkah nyata untuk memulihkan kembali Tesso Nilo sebagai rumah alami bagi megafauna yang terancam punah,” ujar Menteri Hanif di hadapan jajaran Satgas, aparat TNI, serta tokoh masyarakat setempat.
Menurutnya, restorasi ini bukan hanya tentang menyelamatkan lingkungan, tetapi juga tentang melindungi kehidupan satwa langka seperti Harimau Sumatera dan Gajah Asia, yang masih menjadikan TNTN sebagai salah satu habitat terakhirnya.
Gubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah pusat di lapangan adalah bentuk komitmen untuk menyelesaikan persoalan lingkungan secara adil.
“Pemerintah tidak datang untuk menghukum, melainkan untuk merangkul. Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa ditinggalkan dalam proses ini,” ungkap Gubernur Wahid.
Senada dengan itu, Bupati Pelalawan H. Zukri bilang betapa pentingnya kolaborasi semua pihak, terutama warga tempatan dalam menyukseskan program ini.
“Restorasi ini adalah proses bersama. Kami mengajak masyarakat untuk jujur dalam memberikan informasi, karena hanya dengan data yang akurat kita bisa ambil langkah yang benar dan tidak merugikan siapa pun,” ujar Bupati Zukri.
Selain peninjauan lapangan, kunjungan ini juga diisi dengan diskusi bersama masyarakat sekitar, pemantauan area restorasi aktif, serta pengecekan progres kerja Satgas PKH di beberapa zona prioritas.
Menteri Hanif juga menekankan bahwa seluruh langkah yang diambil akan berlandaskan pada prinsip hak asasi manusia dan keadilan sosial.
“Kami sangat memahami bahwa di balik pepohonan dan satwa, ada kehidupan masyarakat yang harus dihargai. Itulah sebabnya kami mengedepankan pendekatan humanis dalam restorasi ini,” tambah Menteri Hanif.
Salah satu hal penting yang disampaikan dalam kunjungan ini adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan data lahan yang digunakan, baik secara legal maupun tradisional.
“Kami berharap tidak ada yang merasa takut. Justru kami menunggu masyarakat datang dengan data yang jujur, agar pemerintah bisa merumuskan solusi yang tidak menyingkirkan siapa pun,” tegas Gubernur Riau.
Bupati Zukri pun menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat adalah penggerak dari keberhasilan program ini.
“Jika kita semua terbuka dan saling percaya, restorasi ini akan menjadi warisan baik bagi anak cucu kita kedepan,” pungkasnya.








