Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Di Balik Hiruk Pikuk Kota Pekanbaru, Ada Sumur Tua yang Tak Pernah Mati

Di Balik Hiruk Pikuk Kota Pekanbaru, Ada Sumur Tua yang Tak Pernah Mati
Screenshot

Warga Sumahilang Kota Pekanbaru Mengambil Air di Sumur Ajaib

Pekanbaru Di tengah hiruk pikuk Kota Pekanbaru dan terik musim kemarau yang melanda, terdapat sebuah sumur tua yang tetap memancarkan air jernih yang tak pernah surut.

Lokasinya tersembunyi meski berada pas di bibir jalan raya di antara Jalan Moh. Dahlan dan Jalan KH. Wahid Hasyim, tepat di depan Masjid Agung An Nur, kelurahan Sumahilang Kota Pekanbaru.

Sumur yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1950 ini menyimpan ribuan kisah dan sejarah serta keajaiban.

Menurut Ketua tokoh masyarakat setempat, Purwanto, sumur tersebut dibangun pada masa penjajahan Jepang dan masih berfungsi sebagai mata air hingga kini.

“Kami perkirakan sumur ini sudah ada sejak tahun lima puluhan. Dulu dibuat saat zaman Jepang. Sampai sekarang, airnya tak pernah kering meski kemarau panjang,” ungkap Purwanto kepada awak media, Selasa (22/7).

Yang membuat sumur ini semakin istimewa adalah kualitas airnya. Selain bening dan segar, air dari sumur ini juga dipercaya aman dikonsumsi langsung tanpa perlu dimasak.

Tak sedikit warga sekitar bahkan warga dari pinggiran kota Pekanbaru yang mengandalkannya untuk keperluan sehari-hari, bahkan untuk dijual kembali.

Edy, salah seorang warga setempat, menyebut bahwa air dari sumur tersebut menjadi pilihan utama warga yang ingin menghemat pengeluaran sekaligus menjaga kualitas air yang dikonsumsi.

“Airnya bening, sejuk, dan segar. Warga banyak yang langsung minum tanpa dimasak. Sejauh ini, tidak ada yang mengeluh soal sakit perut atau diare,” ujarnya.

Salah seorang warga lainnya, Naldi (54), bahkan menggantungkan penghasilan dari sumur ini. Setiap hari, pria 54 tahun itu mengambil puluhan jirigen air untuk dijual ke para pedagang dan pelaku UMKM di sekitar Pasar Sukaramai.

“Saya bisa ambil air puluhan jirigen tiap hari. Banyak pedagang dan pemilik usaha kecil yang langganan karena airnya bagus,” ucap Naldi sambil menuangkan air ke dalam jirigen.

Menariknya, belum banyak warga Pekanbaru yang mengetahui keberadaan sumur ‘Menghilang’ ini. Letaknya yang tersembunyi dan tidak ada penanda khusus membuatnya nyaris luput dari perhatian warga dan pengendara yang melintas di lokasi tersebut.

“Kalau kalian semua penasaran, bisa langsung datang. Silakan bawa wadah sendiri. Atau kalau mau, bisa langsung minum di tempat,” tutur Purwanto.

Meski usia sumur tersebut sudah lebih dari setengah abad, sumur tua ini masih bertahan kokoh, menjadi saksi bisu perjalanan kota bertuah sekaligus berkah yang terus mengalir bagi warga sekitar. Sebuah warisan sejarah yang pantas dijaga dan dijadikan ikon kearifan lokal di tengah pesatnya pembangunan kota Pekanbaru.

https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png