Demi Lihat Parade Tiga Matra di HUT TNI Ke 80, Dwipa Boyong Anak dari Pekanbaru ke Jakarta

Demi Lihat Parade Tiga Matra di HUT TNI Ke 80, Dwipa Boyong Anak dari Pekanbaru ke Jakarta

JAKARTA — Lautan manusia memadati Lapangan Tugu Monas, Jakarta Pusat, Ahad (5/10) pagi.

Ribuan warga dari berbagai penjuru Indonesia tumpah ruah untuk menyaksikan langsung peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar secara megah dan sarat semangat kebangsaan.

Sejak pukul 07.00 WIB, kawasan sekitar Monas berubah menjadi lautan manusia dan kendaraan. Arus lalu lintas dari arah Jalan Medan Merdeka Barat, MH Thamrin, dan Gambir nyaris lumpuh total. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat mengular panjang hingga beberapa kilometer.

Tak sedikit warga akhirnya memilih turun dari kendaraan dan berjalan kaki menuju lokasi upacara.

Salah satunya adalah Dwipa (52), warga Pekanbaru, Riau, yang rela datang jauh-jauh ke Jakarta bersama anak dan beberapa rekannya hanya untuk menyaksikan langsung kemegahan perayaan HUT TNI.

“Kami berangkat dari Pekanbaru dua hari lalu. Ini pengalaman luar biasa buat anak-anak saya, melihat langsung pasukan TNI dan atraksi pesawat tempur di udara. Rasa bangga jadi orang Indonesia benar-benar terasa di sini,” ujar Dwipa.

Kepadatan massa bukan hanya berasal dari warga Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah. Banyak di antara mereka yang membawa bendera Merah Putih dan mengenakan atribut loreng sebagai bentuk dukungan moral kepada prajurit TNI.

“Macet nggak masalah. Justru suasananya bikin haru. Ini bukti rakyat cinta TNI,” timpal Rehan (20), juga warga asal Pekanbaru.

Di tengah padatnya massa, sejumlah pejabat tinggi negara terlihat turut berjalan kaki menuju area utama upacara. Menteri Pertahanan bahkan menyapa langsung warga di sepanjang jalan sambil mengenakan pakaian dinas kehormatan.

“Antusias rakyat ini luar biasa. TNI dan rakyat memang satu tubuh, tak bisa dipisahkan. Inilah bukti nyata kecintaan rakyat pada penjaga kedaulatan negeri,” ujarnya.

Upacara dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo, disusul parade besar dari tiga matra — Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Langit Jakarta bergemuruh oleh formasi jet tempur yang melukis warna Merah Putih di udara. Sorak sorai penonton pecah saat helikopter menurunkan bendera raksasa Merah Putih di tengah lapangan.

Panglima TNI bilang bahwa seluruh atraksi dan parade bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk komitmen TNI menjaga keutuhan NKRI.

“Kami ingin masyarakat melihat sendiri profesional dan kesiapsiagaan TNI. Kekuatan kita bukan hanya pada senjata, tetapi pada persatuan dengan rakyat,” tegasnya.

Perayaan tahun ini mengusung tema “TNI Patriot NKRI: Bersatu, Berdaulat, dan Tangguh”, menggambarkan sinergi antara kekuatan militer dan dukungan rakyat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan tarian kolosal nusantara serta pameran alutsista yang digelar di sekitar kawasan Monas.

Meski lalu lintas sempat lumpuh dan terik matahari menyengat, wajah-wajah bangga warga tetap terpancar. Bagi banyak orang, terutama warga daerah seperti Dwipa dari Pekanbaru, momen ini bukan sekadar tontonan —tapi pengingat akan cinta tanah air dan kebanggaan terhadap TNI yang menjadi benteng NKRI.

Exit mobile version