Wajah-wajah Pelaku Ketusuhan PT.SSL
Siak, — Suasana tenang di Desa Tumang, Kecamatan Siak, Riau, sempat berubah mencekam ketika kerusuhan pecah secara spontan di area PT. Seraya Sumber Lestari (SSL) Rabu (11/6) lalu.
Akibat peristiwa itu, bangunan dan kendaraan milik perusahaan menjadi sasaran amukan masa, kerugian pun ditaksir mencapai 15 M. Kepolisian Resor (Polres) Siak kini telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka.
Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah melalui proses penyelidikan yang mendalam serta pengumpulan alat bukti. “
Dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kami miliki, delapan orang telah kami tetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan, pengrusakan fasilitas, hingga pembakaran,” ungkap AKBP Eka kepada awak media, Senin (16/6).
Yang cukup memprihatinkan, lanjut Kapolres, di antara delapan tersangka tersebut, dua di antaranya masih berusia di bawah umur, yakni S (15) dan DW (15), yang berperan sebagai operator alat berat dalam aksi pengerusakan.
Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam kerusuhan itu.
• AS (41) diduga menjadi provokator dan memancing kemarahan massa.
• MH (43) diduga melakukan penganiayaan terhadap karyawan PT. SSL.
• LS (50) dilaporkan memukul kaca kendaraan menggunakan jerigen.
• S (15) dan DW (15) menjalankan alat berat untuk merusak fasilitas.
• HA (54) bertugas mengumpulkan dana aksi dan mencatat pengeluaran.
• HT (48) terlibat dalam aksi pengrusakan.
• SL (54), disebut paling dominan, diduga membakar klinik perusahaan dan memprovokasi warga untuk membakar fasilitas lainnya.
Motif awal dari kerusuhan ini masih terus didalami oleh tim gabungan Polda Riau dan Polres Siak. Meski berlangsung secara spontan, polisi tidak menutup kemungkinan adanya perencanaan atau provokasi terstruktur di balik aksi masa tersebut.
“Delapan tersangka telah kami limpahkan ke Ditreskrimum Polda Riau dan kini ditahan di Rutan Polda. Penyelidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah,” jelas AKBP Eka.
Alumni Akpol 2005 itu juga menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas namun tetap mengedepankan asas keadilan bagi semua pihak.
Pasca kerusuhan, aparat keamanan telah meningkatkan pengamanan di lokasi. Sebanyak 37 personil gabungan Polres Siak dan satu pleton Brimob dari Polda Riau dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Selain itu, Polres Siak juga menggelar kegiatan trauma healing di dua tenda penampungan PT SSL sejak Sabtu ((14/6) pukul 10.00 WIB.
Melalui sentuhan kemanusiaan, kegiatan ini dirancang Polres Siak untuk mengurangi tekanan psikologis yang dialami korban, terutama kaum perempuan dan anak-anak.
AKBP Eka mengajak masyarakat Siak agar tidak terpancing provokasi dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
“Kami mengapresiasi dukungan warga yang telah membantu memberikan informasi. Mari kita jaga bersama ketenangan dan keamanan di Desa Tumang,” ujarnya memungkasi.










