Potret Pelajar di Salah Satu Sekolah Negeri di Kabupaten Siak
SIAK — Menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung akhir Juni 2025, sejumlah sekolah negeri di Kabupaten Siak diprediksi akan mengalami lonjakan minat pendaftaran.
Salah satu pemicu utama hal ini adalah kebijakan pro-rakyat dari Pemerintah Kabupaten Siak yang akan menggratiskan seluruh biaya sekolah, termasuk pemberian seragam gratis untuk peserta didik baru di tingkat TK, SD, dan SMP Negeri.
Program ini merupakan realisasi janji politik Bupati Siak, Dr. Afni Z, bersama Wakil Bupati Syamsurizal dalam visi mereka melalui 17 Program Kerja Berazam.
“Ini adalah salah satu janji kampanye kami. Seragam gratis ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah mahalnya biaya masuk sekolah,” ujar Bupati Afni dalam sebuah forum, Jumat (13/6).
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, sebanyak 20.019 siswa/i baru akan menerima manfaat dari program seragam gratis ini.
Fakhrurrozi, selaku Kadisdik Siak merincikan bahwa jumlah tersebut terdiri dari 1.398 anak di 20 TK Negeri, 10.216 siswa/i di 210 SD Negeri, serta 8.405 siswa/i di 84 SMP Negeri.
“Masing-masing siswa akan mendapatkan dua pasang seragam. Untuk TK, berupa seragam Kabupaten dan batik. Sementara untuk SD dan SMP, terdiri dari seragam nasional dan pakaian pramuka,” jelas Fakhrurrozi.
Seragam-seragam tersebut dijadwalkan akan mulai didistribusikan paling lambat Oktober 2025, setelah pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.
Dampak dari kebijakan ini bakal sanggat terasa khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Banyak orang tua mulai mempertimbangkan sekolah negeri sebagai pilihan utama, dibanding masuk ke sekolah swasta, terlebih bagi keluarga yang memiliki lebih dari tiga orang anak di usia sekolah.
Kendati demikian, tingginya animo ini turut menimbulkan kekhawatiran akan potensi kelebihan kapasitas di sekolah negeri yang ada di Kabupaten Siak.
Amir, seorang warga dari Kecamatan Tualang, mengingatkan agar Dinas Pendidikan dan pihak sekolah nantinya dapat menyikapi situasi PPDB tahun ini secara bijak.
“Saya berharap sekolah negeri tetap selektif saat PPDB nanti. Jangan sampai karena peminat tinggi, sekolah memaksakan daya tampung yang tidak sebanding. Agar proses belajar mengajar nantinya di sekolah negeri tetap efektif,” ucapnya.
Amir juga bilang bahwa program ini adalah bentuk perhatian pemerintah yang luar biasa, namun tetap harus disertai dengan manajemen penerimaan siswa yang cermat dan terencana.














