Chico Aura Dwi Wardoyo
PEKANBARU – Tunggal putra Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, akhirnya mampu mengakhiri penantian panjangnya dengan merebut gelar juara Indonesia Masters I 2025 Super 100. Gelar itu ia raih usai mengalahkan wakil Korea Selatan, Jeon Hyeok-jin, dalam laga final yang digelar di GOR Remaja Pekanbaru, Riau, Minggu (21/7).
Pertandingan berjalan menegangkan sejak gim pertama. Jeon, yang datang sebagai unggulan kedua turnamen, memperlihatkan dominasi penuh sejak awal. Pemain asal Negeri Ginseng itu selalu memimpin perolehan angka dan menutup gim pertama dengan skor meyakinkan 21-13.
Kondisi tersebut sempat membuat publik tuan rumah cemas. Namun, Chico tidak kehilangan semangat. Dukungan penonton yang memadati arena menjadi energi tambahan. Ia mampu membalikkan situasi di gim kedua dengan permainan agresif sekaligus penuh determinasi.
Sejak kedudukan imbang 2-2, Chico terus memperlebar jarak poin. Smash tajam dan pertahanan rapat membuat Jeon kesulitan mengembangkan permainan. Gim kedua pun menjadi milik wakil Indonesia dengan skor telak 21-9, hingga laga harus ditentukan lewat rubber game.
Di gim penentuan, atmosfer pertandingan semakin panas. Jeon mencoba bangkit, tetapi mental juara yang ditunjukkan Chico membuat momentum berpihak kepadanya. Dengan rally-rally panjang dan variasi serangan, Chico menutup laga dengan skor akhir 2-1 (13-21, 21-9, 21-17).
Usai pertandingan, Chico tak kuasa menahan rasa haru. “Kemenangan ini sangat berarti buat saya. Setelah beberapa hasil yang kurang memuaskan, akhirnya saya bisa bangkit dan membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Pelatih tunggal putra Indonesia, Irwansyah, turut memberikan apresiasi. Ia menilai anak asuhnya menunjukkan mental tangguh yang luar biasa.
“Chico tidak hanya menang secara teknik, tapi juga secara mental. Tertinggal jauh di gim pertama tidak membuatnya putus asa. Inilah kualitas yang kami harapkan darinya,” katanya.
Dengan kemenangan ini, Chico menambah koleksi trofi BWF World Tour dan semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu andalan sektor tunggal putra Indonesia. Gelar ini juga menjadi modal berharga jelang turnamen-turnamen besar mendatang.
Sementara itu, penonton di Pekanbaru pun larut dalam euforia. Sorak-sorai pendukung yang menggema di GOR Remaja seakan menjadi saksi perjalanan seorang pejuang bulu tangkis yang berhasil bangkit dari keterpurukan. Chico pun menutup dengan pesan singkat, “Terima kasih Indonesia, gelar ini untuk kalian semua.”






