Cepat Tanggap, Pemkab Siak dan Baznas Gerak Cepat Bantu 76 KK Korban Puting Beliung di Dayun

Cepat Tanggap, Pemkab Siak dan Baznas Gerak Cepat Bantu 76 KK Korban Puting Beliung di Dayun
Screenshot

DAYUNPemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Sosial berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Siak menyalurkan bantuan kepada korban bencana angin puting beliung yang melanda Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Selasa (7/10) siang.

Bantuan tersebut diserahkan langsung di aula kantor Penghulu Sialang Sakti oleh Plt. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Siak, Fachrurrizqi, bersama Ketua Baznas Siak, Samparis.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah alam.

Fachrurrizqi menegaskan bahwa Pemkab Siak hadir di tengah masyarakat bukan hanya dalam situasi normal, tetapi juga saat bencana melanda.

“Kami bersama Baznas hadir sebagai bentuk tanggap dan kepedulian sosial terhadap warga yang terdampak bencana angin puting beliung,” ujarnya.

Semoga  lanjut Fachrurrizqi, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban sambil menunggu situasi kembali pulih.

Menurut Fachrurrizqi, bantuan yang disalurkan meliputi berbagai kebutuhan pokok yang mendesak untuk memenuhi keperluan sehari-hari warga terdampak.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi dukungan awal bagi keluarga korban dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Senada dengan itu, Ketua Baznas Kabupaten Siak, Samparis, menuturkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen hadir dalam setiap kondisi darurat yang menimpa masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam.

“Baznas siap turun langsung membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Sinergi seperti ini penting untuk mempercepat proses penanganan bencana di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendirian dalam menghadapi ujian ini,” kata Samparis.

Ia menambahkan, sinergi antara Baznas, Dinas Sosial, dan pemerintah kampung menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem tanggap darurat yang efektif.

Menurutnya, langkah cepat Pemkab Siak dalam merespons musibah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi warganya dari dampak sosial dan ekonomi akibat bencana alam.

Angin puting beliung yang terjadi Minggu pagi (5/10) itu melanda kawasan pasar dan permukiman warga di Kampung Sialang Sakti. Hembusan angin kencang merusak puluhan rumah, fasilitas umum, kedai, kebun, serta kandang ternak milik warga.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah warga mengalami trauma dan kerugian material yang cukup besar.

Berdasarkan data dari Pemerintah Kampung Sialang Sakti, terdapat 76 kepala keluarga (KK) dan 13 balita yang terdampak bencana.

Dari jumlah tersebut, 36 KK menerima bantuan dari Baznas, sementara 40 KK lainnya mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Siak.

“Kami pastikan semua warga yang terdampak mendapat perhatian tanpa terkecuali,” tambah Fachrurrizqi.

Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari paket logistik kebutuhan pokok seperti beras 10 kilogram sebanyak 40 karung, air mineral 40 kotak, minyak makan 1 liter 40 bungkus, gula pasir 40 kilogram, kopi bubuk 40 bungkus, teh celup 40 kotak, sarden 40 kaleng, mie instan 40 kotak, serta 13 paket perlengkapan balita. Semua bantuan disalurkan dengan jumlah dan jenis yang sama oleh Baznas dan Dinas Sosial.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung lancar dan penuh keharuan. Warga yang menerima tampak bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah dan Baznas.

“Kami sangat berterima kasih, bantuan ini sangat berarti bagi kami yang kehilangan banyak hal akibat angin kencang kemarin,” ungkap salah satu warga penerima bantuan.

Melalui aksi tanggap cepat ini, Pemkab Siak menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat perlindungan sosial masyarakat dan memastikan bahwa tidak ada warga yang dibiarkan berjuang sendiri di tengah bencana.

“Kami tidak ingin masyarakat kehilangan harapan. Pemerintah hadir bukan sekadar memberi bantuan, tetapi juga semangat untuk bangkit kembali,” pungkas Fachrurrizqi menyudahi.

Exit mobile version