Siak — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Koto Gasib sejak Minggu malam (19/10) mengakibatkan ratusan rumah warga di tiga kampung, Sengkemang, Buantan II, dan Rantau Panjang, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Tercatat 213 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Bupati Siak Afni Zulkifli langsung turun ke lokasi banjir pada Senin (20/10/2025) bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sore itu, Afni meninjau titik-titik terparah yang tergenang air, sekaligus berdialog langsung dengan warga yang terdampak.
Kehadiran Bupati Afni disambut hangat masyarakat yang sudah menunggu di tepi jalan yang tergenang air.
Afni menyusuri jalanan yang terendam sambil menyalami warga satu per satu. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa banjir yang terjadi kali ini bukan semata akibat curah hujan tinggi, melainkan karena kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan alih fungsi lahan di sekitar kanal yang mengganggu jalur aliran air.
“DAS itu tidak boleh beralih fungsi, tapi yang kita lihat hari ini sudah banyak yang berubah. Bahkan ada yang membuka lahan dan berkebun di pinggir kanal. Ketika air dari atas mengalir dan bagian bawah tidak siap, inilah akibatnya air meluap dan merendam permukiman,” tegas Afni di lokasi banjir.
Afni juga mengaku bahwa pemerintah daerah terlambat melakukan langkah mitigasi terhadap potensi banjir kali ini. Ia menyebut debit air yang meningkat secara tiba-tiba disertai pasang besar membuat genangan meluas dengan cepat.
“Kita harus jujur, mitigasi kali ini memang terlambat karena kita tidak menyangka debit air datang bersamaan dengan air pasang yang luar biasa,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan menggunakan drone, Afni menemukan kondisi di sepanjang DAS sudah mengalami pendangkalan serta penanaman yang tidak sesuai peruntukan. Ia menjelaskan, saat kanal perusahaan dibuka, air langsung melimpas ke kawasan pemukiman warga.
“Melalui drone kita lihat jelas, aliran DAS sudah banyak ditanami tanaman keras, padahal seharusnya menjadi jalur resapan air. Ini yang membuat aliran air tersumbat dan terjadi banjir dadakan,” kata Afni.
Untuk mencegah banjir serupa terulang, Bupati Siak memerintahkan semua pihak mulai dari pemerintah kampung, camat, perusahaan sekitar, hingga perangkat daerah terkait agar memperkuat koordinasi dan penanganan terpadu.
“Penanganan banjir ini tidak bisa parsial. Buka-tutup air di kanal perusahaan harus terpantau. Kita harus bekerja di musim kering, bukan saat air sudah datang,” tegasnya.
Selain itu, Afni juga menginstruksikan langkah cepat melalui Camat Koto Gasib agar mengevakuasi warga terdampak ke tempat aman. Ia meminta BPBD, Satpol PP, TNI, dan Polri untuk bersinergi dalam memberikan bantuan darurat dan mengamankan rumah warga yang ditinggalkan sementara.
“Kita evakuasi warga dulu malam ini, karena jika hujan turun lagi, dikhawatirkan air semakin tinggi. Satpol jaga rumah warga, tim teknis perbaiki saluran secepatnya,” pungkasnya.






