Siak – Bupati Siak Afni Zulkifli mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta berlebihan dalam menyambut Tahun Baru 2026. Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi Kabupaten Siak yang tengah menghadapi ancaman banjir akibat tingginya curah hujan.
Pernyataan tersebut disampaikan Afni pada Jumat (19/12/2025), setelah sejumlah kecamatan di Kabupaten Siak terdampak bahkan terkepung banjir.
“Menjelang tahun baru saya mengimbau tidak ada pesta hura-hura. Negeri kita sedang dikelilingi ancaman bencana banjir,” kata Afni.
Menurut Afni, banjir yang melanda sejumlah wilayah dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara berkelanjutan, serta diperparah oleh aktivitas alih fungsi lahan. Kondisi ini membuat beberapa daerah berada dalam situasi rawan dan membutuhkan perhatian bersama.
Dalam situasi tersebut, Afni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial serta memperkuat solidaritas terhadap warga yang terdampak musibah.
“Mari kita saling tolong-menolong dan bahu-membahu membantu warga terdampak banjir,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Siak, lanjut Afni, telah mengambil berbagai langkah penanganan darurat guna memastikan keselamatan dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, tenda evakuasi telah didirikan di KM 28 Jalan Siak–Buton.
Selain itu, Pemkab Siak juga bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka dapur umum untuk membantu kebutuhan pangan warga terdampak banjir.
“Pelayanan kesehatan gratis juga sudah dibuka, dengan prioritas untuk lansia, perempuan, dan anak-anak,” tambahnya.
Afni turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendampingi masyarakat di tengah situasi sulit tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang setia membersamai rakyat dalam kesusahan mereka,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Bupati Siak kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, mengingat curah hujan di wilayah Kabupaten Siak masih tergolong tinggi dan berpotensi menimbulkan bencana lanjutan.










