Sekda Prov Riau M Job Kurniawan Mewakili Gubri Abdul Wahid Saat Penyerahan Piala di Penutupan MTQ Ke-43 di Bengkalis
Bengkalis, – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau resmi ditutup Sabtu (5/7) malam, dengan penuh kemeriahan dan syiar Islam yang menggugah.
Acara yang telah berlangsung sejak 28 Juni lalu menjadi momen silaturahmi dan syiar keagamaan antar daerah se-Riau.
Dalam ajang yang diselenggarakan di Kabupaten Bengkalis ini, tuan rumah berhasil mencatat sejarah sebagai Juara Umum dengan perolehan 404 poin, disusul Kota Pekanbaru (311 poin) dan Kabupaten Rokan Hilir (305 poin).
Kendati demikian, semangat yang dibawa oleh Kafilah Kabupaten Siak menghadirkan kesan tersendiri tentang makna perjuangan dan cinta terhadap Al-Qur’an.
Kabupaten Siak menempati posisi ke-7 dengan raihan 219 poin, ini semua sebagai capaian yang tetap patut disyukuri di tengah persaingan ketat dari 12 kabupaten/kota lainnya.
Peringkat ini menempatkan Siak tepat di bawah Kabupaten Kampar dan di atas Kabupaten Pelalawan.
Bukan hanya sekadar penilaian, partisipasi Kabupaten Siak dalam MTQ ini mengandung nilai spiritual dan dedikasi yang tinggi.
Hal ini dikatakan langsung oleh Bupati Siak, Dr. Afni Z, yang juga memiliki latar belakang sebagai mantan kafilah MTQ.
“Sebagai seseorang yang pernah merasakan berada di arena MTQ, saya sangat memahami bahwa proses yang dijalani kafilah kita bukanlah hal yang mudah. Ada latihan panjang, pengorbanan waktu, dan ketekunan yang luar biasa di balik setiap penampilan mereka,” ujar Dr. Afni Z.
Ia juga menegaskan bahwa hasil ini bukanlah titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan untuk terus memperbaiki diri dan membangun generasi Qur’ani yang lebih kuat di masa depan.
“Banyak hal yang perlu kita syukuri, namun juga harus terus dibenahi. Evaluasi adalah bagian penting dari ikhtiar. Kita ingin ke depan, kafilah kita bukan hanya berprestasi, tapi juga menjadi teladan akhlak dan semangat keagamaan di tengah masyarakat,” sambungnya.
MTQ bukan hanya tentang kompetisi. Akan tetapi juga sebagai panggung silaturahmi, syiar, serta refleksi keimanan.
Pemerintah Kabupaten Siak melihat ajang ini sebagai momen penting untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap Al-Qur’an.
“Kepada seluruh qori dan qoriah, pelatih, official, serta keluarga besar kafilah Kabupaten Siak, kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya. Teruslah menjadi pelita yang menerangi jalan generasi kita. Tetap semangat dan jangan pernah berhenti mencintai Al-Qur’an,” tutup Bupati Afni.
Selain kompetisi utama, penghargaan juga diberikan dalam kategori non-lomba. Kota Pekanbaru tampil sebagai Juara 1 Stand Bazar, diikuti Rokan Hulu dan Indragiri Hilir. Sementara dalam kategori Pawai Ta’aruf, Kabupaten Rokan Hilir keluar sebagai pemenang utama, dengan Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti sebagai juara dua dan tiga.
Total, 12 kabupaten/kota bersaing dengan penuh semangat, memperlihatkan bahwa semangat Qur’ani tumbuh merata di seluruh Riau. Namun lebih dari sekadar angka dan trofi, setiap daerah membawa pulang nilai yang jauh lebih besar, cinta kepada Al-Qur’an, kebersamaan, dan tekad untuk terus melangkah lebih baik ke masa depan.







