KUANSING.~ Pemkab Kuantan Singingi menetapkan pembangunan Ibu Kota Teluk Kuantan sebagai tujuan utama pada APBD 2026.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kuansing, Kamis (20/11) malam.
Dalam sambutannya, Bupati Suhardiman menekankan pentingnya percepatan pembangunan Teluk Kuantan, khususnya terkait peningkatan infrastruktur kota, pelayanan publik, serta penataan ruang. Ia menyebutkan bahwa sebagai ibu kota kabupaten, Teluk Kuantan harus memiliki kesiapan optimal sebagai pusat aktivitas masyarakat.
“Prioritas pembangunan ini kami tetapkan karena Teluk Kuantan akan menjadi wajah Kuansing pada 2026. Kota ini harus tampil representatif, tertata, dan siap menyambut kegiatan besar,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga membahas dua agenda besar yang akan berlangsung pada 2026, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Pacu Jalur. Kedua kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting yang menuntut kesiapan infrastruktur ibu kota.
“MTQ dan Pacu Jalur adalah momentum besar untuk menunjukkan kesiapan Kuansing. Infrastruktur kota harus mendukung mobilitas, layanan publik, dan kenyamanan tamu maupun wisatawan,” ujar Suhardiman.
Ia menambahkan bahwa penyusunan rancangan APBD 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis daerah dan tetap bertumpu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyusun APBD ini dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis, termasuk bagaimana pembangunan ibu kota mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Bupati yang bergelar Datuk Panglimo Dalam itu kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan arah pembangunan lebih terukur dan tepat sasaran.
“Kami ingin Teluk Kuantan menjadi kota yang lebih baik, tertata, dan layak menjadi pusat kegiatan daerah. Ini bukan hanya soal menyambut event besar, tetapi bagaimana ibu kota ini benar-benar menjadi kebanggaan Kuansing,” tutupnya.








