Siak  

Bupati Afni Soroti Prank dan Minim Sosialisasi, Layanan 112 Siak Segera Dibenahi

Bupati Afni Soroti Prank dan Minim Sosialisasi, Layanan 112 Siak Segera Dibenahi
Screenshot

Bupati Siak Dr Afni Z Saat Berdiskusi dengan Staf  112 Pemkab Siak


SIAK —
Bupati Siak, Dr. Afni Z, melakukan blusukan ke ruang layanan pengaduan 112 Pemkab Siak yang berada di Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Kecamatan Mempura, Kamis (5/6) lalu.

Dengan ruang berukuran 3×4 meter, kunjungan ini terasa lebih hangat saat Dr. Afni berdialog langsung dengan staf layanan, Nindy Manik Setiani.

Afni mengaku baru mengetahui bahwa Pemkab Siak memiliki layanan pengaduan online 112.

“Saya baru tahu kalau layanan pengaduan 112 ini bisa diakses secara online. Ini luar biasa sebagai langkah responsif untuk masyarakat,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai sejauh mana layanan ini digunakan, Nindy mengungkapkan bahwa sebagian besar pengaduan yang masuk justru bersifat iseng atau prank.

“Iya Bu, selama ini banyak pengaduan yang tidak jelas, sehingga layanan 112 Pemkab Siak sering terkena prank,” jelas Nindy, yang sehari-hari mengelola layanan tersebut.

Selain itu, Nindy juga bilang terkait kurangnya sosialisasi layanan 112 ketengah masyarakat Kabupaten Siak.

“Menurut saya, sosialisasi layanan 112 ini masih sangat minim, sehingga banyak masyarakat belum memahami bagaimana menggunakan layanan ini dengan tepat,” sambung wanita berhijab itu.

Mendengar hal tersebut, Afni berjanji akan segera mengambil langkah tepat dan cepat.

“Dalam waktu dekat, saya akan mengumpulkan seluruh Kepala OPD, dan saya ingin Nindy hadir langsung untuk memaparkan kendala yang ada,” tegas Afni penuh perhatian.

Afni juga mengingatkan Asisten III Pemkab Siak, Rozi Chandra, agar memperhatikan kenyamanan staf layanan dengan memberikan fasilitas AC di ruangan tersebut.

“Saya berharap ke depan ruangan ini bisa lebih nyaman supaya petugas bisa bekerja maksimal,” tutur Afni sambil menoleh ke Asisten tiga Rozi.

Di hadapan Bupati, Nindy menjelaskan bahwa setiap pengaduan yang masuk akan diteruskan ke OPD terkait sesuai dengan jenis laporan yang masuk.

“Misalnya, kalau ada laporan kebakaran, kami langsung meneruskan ke pihak Damkar. Kalau ada warga hanyut di sungai, maka kami akan laporkan ke BPBD,” pungkasnya menyudahi.

Exit mobile version