Bupati Afni Saat Menerima Kunjungan Karutan Siak dan Jajaran
SIAK.~ Bupati Siak, Afni Z, menerima kunjungan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Siak, Edward Pahala Situmorang, bersama jajaran. Rabu (16/7).
Audiensi ini bukan sekadar kunjungan dan silaturhmi semata, melainkan sebuah curahan hati mengenai kondisi rutan yang kini menghadapi tantangan serius:l yaitu terkait kelebihan kapasitas warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Saat ini, Rutan Kelas IIB Siak saat ini dihuni oleh 745 narapidana, angka yang jauh melampaui kapasitas ideal. Kondisi ini, menurut Edward, membawa berbagai konsekuensi, termasuk terbatasnya layanan dasar seperti air bersih.
“Saat ini kondisi rutan sudah tidak memungkinkan. Jumlah penghuni yang melebihi kapasitas membuat banyak persoalan muncul, salah satunya adalah suplai air yang tidak mencukupi,” ujar Edward dalam pertemuan pagi itu di kediaman Rumdin Bupati Afni.
Kebutuhan yang paling mendesak saat ini, lanjut Edward, adalah pengadaan mesin PDAM untuk menyedot air dari Sungai Siak ke dalam area rutan, yang berjarak sekitar 300 meter.
“Kami sangat berharap adanya bantuan mesin penyedot air dari PDAM. Ini bukan hanya terkait fasilitas, tapi juga soal kemanusiaan,” tambah
Pihak Rutan Kelas IIB Siak sebagai pengelola institusi pemasyarakatan, dan Pemerintah Kabupaten Siak yang memiliki kewenangan atas wilayah dan dukungan sumber daya daerah.
Overkapasitas bukan hanya soal angka. Di dalamnya ada banyak manusia yang tetap berhak atas hidup yang layak, meski tengah menjalani masa pembinaan.
Edward bilang, bahwa meskipun mereka adalah warga binaan, kebutuhan dasar seperti air tidak bisa ditawar untuk kebutuhan harian mereka semua.
“Kami hanya ingin mereka tetap dimanusiakan. Di luar dari kesalahan yang mereka lakukan, mereka tetap warga negara yang punya hak untuk hidup layak,” ungkapnya.
Bupati Siak Afni Z menyambut hangat kehadiran jajaran Rutan Siak dan menyampaikan empati mendalam terhadap permasalahan yang saat ini tengah dihadapi.
Meski di tengah kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami defisit anggaran, Afni menegaskan bahwa Pemkab Siak tidak akan tinggal diam.
“Kami menyadari keterbatasan anggaran saat ini, tapi ini bukan soal uang semata. Ini soal kemanusiaan. Ada 745 warga binaan yang tetap harus kita muliakan, walau mereka sedang menjalani hukuman,” ujar Afni.
Bupati wanita pertama di Siak itu juga bilang bahwa usulan dari pihak rutan telah dicatat dan akan dikaji bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nantinya.
“Kami sedang menata ulang aset dan memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak. Usulan ini akan kami bahas lebih lanjut bersama OPD,” pungkasnya menyudahi.












