AKP Kaliman Siregar
SIAK — Aksi protes warga Minas terkait abainya Pemerintah Provinsi Riau dalam perbaikan ruas jalan provinsi Minas-Perawang berujung blokade jalan pada Senin (15/9) lalu. Namun ketegangan itu berakhir kondusif berkat tangan dingin Kasat Lantas Polres Siak, AKP Kaliman Siregar.
Ratusan warga yang mayoritas berasal dari suku Batak turun ke jalan di Simpang Perawang. Mereka menuntut kepastian dari Pemerintah Provinsi Riau atas janji perbaikan jalan rusak yang sudah lama dibiarkan.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat kepolisian datang melakukan pendekatan.
AKP Kaliman Siregar yang hadir mewakili Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy langsung melakukan mediasi. Dengan gaya komunikasinya yang persuasif, ia berupaya menenangkan warga.
“Masyarakat hanya ingin kepastian. Alhamdulillah, semua bisa kondusif dengan komunikasi yang baik,” ujarnya.
Warga menegaskan mereka tidak ingin sekadar janji, tetapi bukti nyata dari Pemerintah Provinsi Riau.
“Kami mau dengar langsung dari pejabat provinsi, jangan hanya janji-janji lagi,” teriak salah satu perwakilan massa.
Tekanan massa membuat Bupati Siak dan Dinas PUPR Riau akhirnya turun langsung ke lokasi.
Situasi kian mereda ketika sejumlah alat berat dan material sertu didatangkan ke lokasi.
Kehadiran alat berat dan sejumlah material itu menjadi bukti awal bahwa perbaikan ruas jalan Minas-Perawang memang segera dilakukan. Hal ini membuat warga mulai yakin bahwa aspirasi mereka didengar.
Tak hanya mediasi, Kasat Lantas Polres Siak juga menunjukkan empati kepada massa aksi siang itu.
Ia memberikan bantuan air mineral dan sejumlah uang untuk makan siang warga yang sudah sejak pagi berada di lokasi.
“Kita harus hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga memberi kenyamanan,” kata Kaliman.
Menurut Kaliman, keberhasilan menjaga situasi tetap damai tak lepas dari pendekatan humanis.
“Polisi ada untuk rakyat. Jika kita dekati dengan hati, InsyaAllah masyarakat bisa memahami dan menerima solusi yang ada,” tegasnya.
Bupati Siak, Dr. Afni Z bersama perwakilan Dinas PUPR Riau akhirnya datang langsung menemui massa. Mereka menyampaikan komitmen bahwa perbaikan jalan provinsi itu segera direalisasikan. Janji tersebut disambut tepuk tangan warga yang akhirnya membuka akses jalan yang dari pagi di blokade warga.
Aksi blokade jalan Minas-Perawang ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah maupun provinsi. Aspirasi masyarakat soal infrastruktur jalan tidak bisa lagi ditunda. Mereka ingin kepastian, dan kali ini suara mereka benar-benar didengar.








