Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Banjir Terparah Satu Dekade di Bali, 14 Orang Meninggal dan 2 Masih Hilang

Banjir Terparah Satu Dekade di Bali, 14 Orang Meninggal dan 2 Masih Hilang

Banjir Terparah Satu Dekade di Bali

Bali – Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali  Rabu (10/09/2025) dan disebut sebagai yang terparah dalam sepuluh tahun terakhir. Peristiwa ini menelan korban jiwa dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyampaikan bahwa hingga Kamis (11/09) pukul 11.00 Wita, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang.

“Masih ada dua warga yang dilaporkan hilang dan saat ini dalam proses pencarian,” ujarnya.

Korban meninggal tersebar di beberapa wilayah. Rinciannya, delapan orang di Kota Denpasar, dua orang di Kabupaten Jembrana, tiga orang di Kabupaten Gianyar, dan satu orang di Kabupaten Badung. Sementara itu, dua korban yang masih hilang teridentifikasi berada di wilayah Kota Denpasar.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, menambahkan tim SAR terus melakukan pencarian di titik-titik rawan.

“Kami masih berupaya menemukan korban yang hilang. Operasi juga difokuskan di Waduk Muara Nusa Dua, sambil tim bersiaga di lokasi lain,” jelasnya.

Ia menuturkan, pada hari sebelumnya BNPB mencatat sembilan korban jiwa. Namun, data terkini menunjukkan jumlah tersebut meningkat setelah ditemukannya sejumlah jenazah oleh tim gabungan.

Selain itu, lebih dari 200 orang berhasil dievakuasi ke tempat aman di berbagai wilayah Bali.

Pantauan pada Kamis (11/09) menunjukkan kondisi mulai membaik. Cuaca cerah terlihat di Denpasar dan Badung, air sudah surut di sebagian besar permukiman, dan lalu lintas kembali lancar tanpa adanya penutupan jalan.

“Situasi hari ini sudah jauh lebih baik dibandingkan kemarin,” kata Juni Antara.

Sehari sebelumnya, hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Bali, termasuk Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Kota Denpasar. Luapan sungai tidak dapat ditahan sehingga menyebabkan sejumlah akses jalan terputus.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (09/09) pagi disertai angin kencang dan petir. Hal itu memicu meluapnya beberapa sungai, termasuk Tukad Badung yang berada dekat Pasar Badung, Denpasar.

Di Kota Denpasar sendiri, banjir terjadi di 43 titik. Menurut catatan Basarnas, lima korban meninggal ditemukan di lokasi ini.

“Yang paling parah berada di kawasan Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster.

Ia juga menegaskan pemerintah akan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang terdampak.

“Saya sudah meminta wali kota menghitung kerugian, baik bangunan maupun barang-barang milik pedagang. Semua akan diganti rugi melalui anggaran bersama antara APBD Provinsi Bali dan APBD Kota Denpasar,” tutur Koster.

Di antara korban meninggal di Denpasar, tiga di antaranya diketahui bernama Nadira, Ni Wayan Lenyot, dan Dedek Rio Adi Saputra. Mereka ditemukan di Jalan Hasanuddin serta Pasar Kumbasari. Identitas korban lainnya masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang.

Meski kondisi mulai pulih, pemerintah daerah tetap mengingatkan warga agar waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

“Kami berharap masyarakat tetap siaga, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai,” ujar Agung Teja Bhusana Yadnya.

57 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png