PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperketat pengawasan di sejumlah fasilitas umum (fasum) di jalan-jalan protokol, menyusul maraknya aksi pencurian yang belakangan ini terjadi.
Langkah itu diambil setelah terungkap kasus pencurian nozel air mancur di Tugu Selais dan kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman oleh orang tak dikenal (OTK).
Sebagai bentuk tindak lanjut, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) memasang dua unit kamera pengawas atau CCTV baru di kawasan tersebut.
Satu unit terpasang di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, dan satu lainnya di dekat bundaran Kantor Gubernur Riau. Pemasangan ini ditujukan untuk memperluas area pantauan, terutama di titik-titik rawan aksi pencurian fasum.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap pelaku perusakan dan pencurian fasilitas publik. Ia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar meningkatkan patroli rutin di area publik, khususnya di kawasan protokol yang menjadi etalase kota.
“Kami sudah pasang CCTV baru di lokasi-lokasi strategis. Satpol PP juga sudah saya perintahkan untuk memperketat patroli agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Agung, Minggu (19/10).
Menurutnya, pencurian fasilitas umum bukan hanya merugikan pemerintah daerah, tetapi juga mencoreng wajah kota di mata masyarakat dan tamu luar daerah. Ia menyayangkan tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab mencuri nozel air mancur yang menjadi bagian dari ikon Kota Pekanbaru, Tugu Selais.
“Air mancur Tugu Selais itu simbol kebanggaan warga Pekanbaru. Sangat disayangkan ada orang yang tega mencurinya,” ucap Agung.
Kini, air mancur kebanggaan warga tersebut tidak lagi berfungsi akibat hilangnya beberapa nozel yang dicuri. Kondisi ini membuat tampilan kawasan Tugu Selais yang biasanya menjadi spot foto favorit masyarakat dan wisatawan, tampak muram.
Pemko berjanji segera memperbaikinya setelah proses penyelidikan selesai dan keamanan kawasan itu dipastikan lebih baik.
Selain memperkuat pengawasan melalui CCTV, Pemko Pekanbaru juga menggandeng aparat kepolisian untuk menelusuri pelaku pencurian. Data dari kamera pengawas yang baru dipasang diharapkan bisa menjadi alat bantu utama dalam mengungkap identitas pelaku.
Wali Kota Agung juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas umum.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci dalam mencegah aksi kriminal serupa di masa depan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh partisipasi warga untuk menjaga aset kota ini bersama. Kalau ada yang lihat aktivitas mencurigakan, segera lapor,” pungkasnya.








