Ketua DPC KAI Pekanbaru Dukung Program Kapolda Riau Arman Achdiat

Ketua DPC KAI Pekanbaru, Advokat RMB Pasaribu, SH, MH, CPLA, menyatakan dukungan terhadap program Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat yang mengedepankan empati, kepedulian, dan pendekatan humanis dalam pelayanan kepolisian.
Penulis: Usman
Senin, 05 Oktober 2026 | 09:01:00 WIB

PEKANBARU, RIAUEXPOSE.COM – Membangun kepercayaan publik tidak cukup hanya dengan ketegasan dalam penegakan hukum.

Lebih dari itu, kepolisian harus mampu menghadirkan rasa aman, keadilan, kepedulian, dan empati yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Pekanbaru, Advokat RMB Pasaribu, SH, MH, CPLA, yang menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan dan pesan humanis Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, dalam memimpin institusi kepolisian di Bumi Lancang Kuning.

Menurut RMB, penekanan Kapolda Riau agar seluruh personel memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat merupakan langkah penting dalam membangun wajah kepolisian yang profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya publik.

“Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi tegaknya supremasi hukum. Polisi tidak cukup hanya hadir ketika terjadi tindak pidana atau gangguan keamanan. Lebih dari itu, polisi harus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa keadilan,” ujar ketua DPC KAI Pekanbaru itu.

Ia menilai, pesan Kapolda Riau tersebut mencerminkan pemahaman bahwa keberhasilan institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari kualitas pelayanan, sikap personel, serta sejauh mana masyarakat merasa terlindungi.

RMB Pasaribu mengungkapkan, empati dalam tugas kepolisian bukan sekadar slogan atau pesan moral yang disampaikan dalam forum internal.

Empati harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari pelayanan di kantor polisi, penerimaan laporan masyarakat, proses penyelidikan dan penyidikan, hingga penanganan persoalan sosial.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan polisi yang tidak hanya tegas terhadap pelanggaran hukum, tetapi juga santun dalam berkomunikasi, terbuka terhadap pengaduan, serta mampu memahami persoalan yang dihadapi warga.

“Ketika masyarakat datang mencari keadilan, mereka harus mendapatkan pelayanan yang baik, bukan justru dihadapkan pada sikap yang membuat mereka takut atau enggan melapor. Di sinilah pentingnya empati dan profesionalisme berjalan beriringan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kewenangan besar yang dimiliki kepolisian harus selalu diimbangi dengan tanggung jawab, transparansi, dan pengawasan yang kuat.

Di negara hukum, setiap tindakan aparat penegak hukum harus berlandaskan peraturan perundang-undangan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta mengedepankan prinsip keadilan dan kepastian hukum.

Sebagai praktisi hukum, RMB Pasaribu berpandangan bahwa pendekatan humanis tidak boleh dimaknai sebagai sikap lunak terhadap pelaku kejahatan atau kompromi terhadap pelanggaran hukum.

Sebaliknya, pendekatan humanis harus menjadi kekuatan yang melengkapi ketegasan aparat dalam menegakkan hukum secara objektif dan tidak diskriminatif.

Dia menilai, masyarakat akan semakin menghormati institusi kepolisian apabila setiap proses penegakan hukum dilakukan secara transparan, akuntabel, serta memberikan perlindungan yang setara tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun kedudukan seseorang.

“Ketegasan dan kemanusiaan bukan dua hal yang bertentangan. Polisi bisa tegas dalam menindak kejahatan, tetapi tetap menghormati hak-hak setiap orang. Justru di situlah letak profesionalisme aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Menurutnya, komitmen tersebut juga penting untuk mencegah munculnya persepsi negatif terhadap institusi kepolisian akibat tindakan oknum yang tidak mencerminkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Lebih jauh, RMB menyampaikan bahwa Kongres Advokat Indonesia (KAI), khususnya DPC KAI Pekanbaru, mendukung terciptanya hubungan yang konstruktif antara aparat kepolisian, advokat, dan masyarakat dalam memperkuat supremasi hukum.

Ia menilai, advokat dan kepolisian memiliki peran berbeda, tetapi sama-sama penting dalam menjaga tegaknya hukum dan perlindungan hak-hak masyarakat.

Karena itu, komunikasi dan sinergi antarlembaga penegak hukum perlu terus dibangun dengan tetap menghormati independensi profesi, kewenangan masing-masing, serta prinsip persamaan di hadapan hukum.

RMB berharap kepemimpinan Irjen Pol Arman Achdiat mampu membawa perubahan positif dalam peningkatan kualitas pelayanan kepolisian di seluruh jajaran Polda Riau.

Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan Kapolda tidak hanya terlihat dari situasi keamanan yang kondusif, tetapi juga dari meningkatnya kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Harapan kita, semangat humanis yang disampaikan Kapolda Riau benar-benar menjadi budaya kerja seluruh personel, mulai dari tingkat Polda hingga jajaran Polres dan Polsek. Masyarakat harus merasakan bahwa polisi adalah mitra yang hadir untuk melindungi dan memberikan rasa keadilan,” tuturnya.

RMB menegaskan, dukungan terhadap program dan arah kepemimpinan Kapolda Riau merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong terciptanya penegakan hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ia meyakini, institusi kepolisian yang kuat bukan hanya dibangun melalui kewenangan dan kekuatan penegakan hukum, melainkan melalui integritas, keteladanan, serta kedekatan emosional dengan masyarakat.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas aparat, pendekatan humanis menjadi salah satu kunci untuk memperkuat legitimasi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Polisi yang dicintai masyarakat adalah polisi yang mampu memberikan rasa aman, mendengarkan keluhan warga, bertindak adil, dan tidak menyalahgunakan kewenangannya. Jika nilai-nilai itu benar-benar dijalankan, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya,” tutup RMB Pasaribu memungkasi.

Dukungan KAI Pekanbaru terhadap kepemimpinan Irjen Pol Arman Achdiat bakal menjadi bagian dari semangat bersama untuk mewujudkan kepolisian yang presisi, humanis, profesional, serta semakin dekat dengan masyarakat Bumi Lancang Kuning.

Reporter: Usman