Batik Kuansing Motif Perahu Jalur Tampil di Kriyanusa 2026

Batik Tulis Kuansing motif Perahu Jalur tampil di stan Dekranasda Provinsi Riau pada Kriyanusa 2026 di JICC, Senayan, Jakarta.
Penulis: Dolly Sandro
Senin, 28 September 2026 | 14:17:00 WIB

Riauexpose.com JAKARTA — Dari tepian Sungai Kuantan menuju panggung kriya nasional. Batik Tulis Kuantan Singingi (Kuansing) dengan motif Perahu Jalur tampil dalam Pameran Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Kehadiran batik khas Kuansing tersebut menjadi bagian dari produk kriya yang dipamerkan pada stan Dekranasda Provinsi Riau.

Motif Perahu Jalur membawa simbol budaya masyarakat Kuansing ke tengah ajang yang mempertemukan karya kriya dan produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pameran Kriyanusa 2026 resmi dibuka pada Sabtu (26/9/2026) dan berlangsung hingga 30 September 2026.

Tahun ini, Kriyanusa mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dengan menghadirkan sekitar 410 stan dan 257 peserta dari berbagai unsur, termasuk Dekranasda serta pelaku UMKM.

Plt Ketua TP PKK Kabupaten Kuantan Singingi, Hj. Nurhidayah Muniroh, S.Pd.I, mengatakan tampilnya Batik Tulis Kuansing motif Perahu Jalur di ajang nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

“Pameran ini diikuti sekitar 411 stan dari berbagai daerah dan pelaku kriya. Yang membanggakan, di stan Dekranasda Provinsi Riau, khususnya di bagian depan, juga dipajang Batik Tulis Kuansing dengan motif Perahu Jalur,” ujar Nurhidayah.

Menurut Nurhidayah, kehadiran batik tersebut bukan semata-mata sebagai produk kerajinan.

Motif Perahu Jalur juga menjadi medium untuk memperkenalkan identitas serta kekayaan budaya Kuansing kepada masyarakat yang lebih luas.

Perahu Jalur sendiri memiliki keterkaitan kuat dengan tradisi Pacu Jalur yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Kuansing.

Ketika simbol tersebut dituangkan dalam karya batik, nilai budaya lokal tampil dalam bentuk yang lebih modern sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Nurhidayah berharap momentum Kriyanusa dapat ikut mendorong perkembangan produk kriya dan UMKM Kuansing, terutama dari sisi kreativitas, kualitas, nilai ekonomi, serta daya saing produk daerah.

Tampilnya Batik Tulis Kuansing motif Perahu Jalur memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk kriya yang memiliki ruang di tingkat nasional.

Batik tidak hanya menjadi media estetika, tetapi juga menjadi cara untuk menceritakan identitas suatu daerah. Dalam motif Perahu Jalur, terdapat gambaran tentang tradisi Pacu Jalur yang selama ini lekat dengan masyarakat Kuansing.

Kriyanusa 2026 sendiri tidak hanya menjadi ruang pamer produk. Dekranas mendorong kriya Indonesia agar berkembang melalui kreativitas, inovasi, teknologi dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Berbagai kegiatan juga digelar dalam Kriyanusa 2026, mulai dari fashion show, talk show, workshop, lomba kriya potensial hingga pengalaman digital yang memadukan produk kriya dengan teknologi.

Bagi Kuansing, kehadiran Batik Tulis motif Perahu Jalur di JICC menjadi momentum untuk membawa cerita budaya daerah melampaui batas geografis.

Reporter: Dolly Sandro