Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Air Mineral Lokal Jadi Potensi Unggulan Bagi Pemkab Siak Tingkatkan PAD

Air Mineral Lokal Jadi Potensi Unggulan Bagi Pemkab Siak Tingkatkan PAD

Rakor Pemkab Siak Bersama  Kepala BB Pom

Siak – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, bersama Kepala Balai Besar POM Pekanbaru, Alex Sander, membuka kegiatan Advokasi Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman dan Pengendalian Resistensi Antimikroba (AMR) di Zamrud Room, Kompleks Abdi Praja, Rabu (13/8).

Kegiatan ini diinisiasi untuk meningkatkan kesadaran pemerintah daerah dan pelaku usaha pangan dalam menjaga keamanan pangan, sekaligus mempersiapkan daerah bersaing di tingkat nasional melalui penilaian mandiri yang terukur.

Syamsurizal menyampaikan apresiasi atas kehadiran BPOM Pekanbaru, seraya menekankan pentingnya penilaian mandiri pangan aman bagi keberhasilan program Pemkab Siak.

“Kami harap kunjungan ini membawa manfaat besar bagi Kabupaten Siak, sekaligus mendukung pencapaian tujuan nasional di bidang keamanan pangan,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pengawasan pangan, Pemkab Siak juga mulai menggarap potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pangan, termasuk rencana produksi air mineral khas daerah.

“Kami berdiskusi dengan Kepala Balai BPOM terkait kemungkinan memproduksi air mineral asli Siak. Ke depan, ini bisa menjadi salah satu sumber PAD yang potensial, tentu dengan menjaga kualitas pangan yang aman,” ungkap Syamsurizal.

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Pekanbaru, Alex Sander, mengungkapkan bahwa keamanan pangan merupakan isu serius. Berdasarkan data, Indonesia menghadapi 10–22 juta kasus diare setiap tahun akibat pangan tercemar, dengan kerugian ekonomi mencapai Rp64,8–226,3 triliun.

“Keamanan pangan sangat berkontribusi pada program pemerintah, mulai dari penurunan stunting, SDGs, makan bergizi gratis, hingga Indonesia Emas 2045. Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman meliputi lima aspek, yakni penerapan NSPK, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan inovasi, dan penghargaan,” jelasnya.

Selain itu, pertemuan juga membahas ancaman resistensi antimikroba (AMR) yang dapat mengurangi efektivitas obat dan memperparah penyakit.

“Kesadaran bersama sangat diperlukan untuk mengendalikan AMR dan memastikan pangan tetap aman,” pungkas Alex.

4 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png