Karhutla di Riau
PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi wilayah Riau di tahun 2025. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau, hingga pertengahan Juli ini, total luas lahan yang terbakar telah mencapai 646,13 hektar.
Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal, menjelaskan bahwa titik-titik kebakaran tersebar di seluruh kabupaten/kota, dengan dominasi di kawasan pesisir dan wilayah bergambut yang rentan terbakar.
“Sebagian besar kebakaran terjadi di daerah yang memang rawan, seperti lahan gambut yang kering dan sulit dijangkau. Meski masih ada hujan di beberapa tempat, potensi karhutla tetap tinggi,” ujarnya, Senin (21/7).
Penyebaran karhutla ini tercatat di 12 kabupaten/kota, dengan rincian sebagai berikut:
• Rokan Hilir: 207 hektar
• Kampar: 150,80 hektar
• Rokan Hulu: 54,25 hektar
• Bengkalis & Kepulauan Meranti: masing-masing 51,20 hektar
• Siak: 50,72 hektar
• Dumai: 35,33 hektar
• Inhil: 25,50 hektar
• Pelalawan: 25,00 hektar
• Pekanbaru: 21,08 hektar
• Inhu: 18,25 hektar
• Kuansing: 1,00 hektar
Edy juga menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Partisipasi warga sangat penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah meluasnya karhutla.
“Kami mohon kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat. Jangan membuka lahan dengan membakar, dan segera laporkan jika melihat titik api. Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan,” imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan upaya pencegahan, termasuk patroli udara, pemadaman dini, dan koordinasi lintas sektor.
Semua ini dilakukan tim gabungan untuk memastikan agar kebakaran tidak semakin meluas.
“Kita tetap dalam kondisi siaga. Apalagi puncak musim kemarau diprediksi terjadi Agustus nanti,” kata Edy.









