Bupati Afni terlihat Berbincang Hangat dengan DIRUT PT.SSL
Siak, – Upaya penyelesaian konflik lahan antara warga Kampung Tumang dan Manajemen PT. SSL akhirnya menemukan titik terang seusai mediasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Siak, Dr. Afni di Ruang Rapat Indra Praja, Kamis (12/6) petang.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dengan dihadiri Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra dan Dandim 0302 Siak, Camat, Kepala Kampung Serta anggota DPRD siak dan Provinsi sebagai saksi mediasi petang itu.
Baik warga maupun pihak PT.SSL menyepakati beberapa poin penting sebagai langkah awal penyelesaian persoalan.
1. Perusahaan menyatakan akan menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional di wilayah yang tengah disengketakan.
2. Tidak akan dilakukan penanaman sawit baru di area konflik.
3. Pemerintah akan memfasilitasi pencarian solusi permanen sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
4. Pertemuan lanjutan akan dilaksanakan maksimal dalam waktu satu bulan ke depan untuk menentukan langkah resolusi final.
Bupati Afni menyampaikan bahwa proses ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban serta menjamin keadilan bagi para pihak.
“Kami ingin semua pihak tetap tenang dan menahan diri. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Serahkan proses ini pada mekanisme hukum yang berlaku,”ujarnya.
Afni juga menegaskan agar ke depan, camat dan kepala kampung lebih berhati-hati dalam menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) guna menghindari potensi konflik yang serupa.
Menurut Afni, persoalan ini muncul akibat praktik jual beli lahan oleh pihak perusahaan yang kemudian menjadi dasar kepemilikan oleh masyarakat.
“Hal ini tentu saja menjadi pemicu tumpang tindih hak atas tanah,” ujar Afni.
Direktur Utama PT. SSL, Samuel, yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa pihaknya tetap membuka ruang dialog dan berharap konflik ini dapat diselesaikan secara damai.
“Kami menyayangkan adanya perusakan fasilitas yang menyebabkan kerugian cukup besar, namun kami tetap mengutamakan komunikasi terbuka demi menjaga hubungan baik dengan masyarakat,”pungkas Samuel.








