Tengku Wira Syahab bersama Alfedri dalam Sebuah Acara Belum Lama ini.
SIAK – Bendahara Umum Relawan SAH, Tengku Wira Syahab, membantah tudingan yang menyebutkan bahwa tim pasangan calon (Paslon) nomor urut 03, Alfedri-Husni, melakukan praktik politik uang jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Pilkada Siak.
Menurut Wira, informasi yang beredar di salah satu media cetak dan online tersebut tidak berdasar dan cenderung menggiring opini negatif terhadap salah satu paslon yang mereka dukung.
Wira menegaskan bahwa tim Alfedri-Husni tidak pernah mengeluarkan dana sepeser pun untuk praktik politik uang seperti berita yang beredar yaitu melalui aplikasi dompet digital.
“Kami tegaskan, tim Alfedri-Husni tidak pernah melakukan politik uang. Tidak ada satu rupiah pun dana yang kami keluarkan untuk hal itu. Berita yang beredar itu tidak benar dan sangat menyesatkan,” ujar Wira, Rabu (5/3).
Wira juga mengimbau agar semua pihak tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Ia meminta agar informasi seperti ini tidak dijadikan alat untuk membuat kegaduhan di tengah masyarakat, terutama menjelang PSU yang seharusnya berlangsung secara jujur dan adil.
“Kami berharap semua pihak jangan menggiring opini yang dapat membuat kegaduhan dan blunder di masyarakat. Kalau memang ada bukti politik uang, silakan laporkan ke Gakkumdu dengan bukti yang jelas dan akurat. Jangan hanya sekadar tuduhan tanpa dasar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wira menegaskan bahwa politik uang adalah ancaman bagi demokrasi dan harus ditindak tegas jika memang terjadi.
Kendati demikian, Wira menekankan bahwa jangan sampai isu ini justru digunakan untuk menjatuhkan pihak tertentu tanpa bukti yang jelas.
“Politik uang itu adalah maut bagi demokrasi. Jangan sampai ada yang memanfaatkan isu ini untuk kepentingan tertentu tanpa dasar yang jelas. Jika memang ada yang melakukan, silakan proses secara hukum. Tapi jangan menuduh tanpa dasar dan menggiring opini di mediaa sosial yang dapat mempengaruhi masyarakat,” pungkasnya.














