Siak – Di Kampung Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, terdapat kuliner legendaris yang telah bertahan sejak 1980-an, yakni Lontong Pecal Legen milik Arpiah.
Dengan racikan bumbu khas yang diolah secara tradisional, menu sarapan ini menjadi favorit warga setempat, terutama di Pasar Minggu Perawang.
Setiap pagi, warung sederhana yang berlokasi persis di bibir Sungai Siak ini selalu dipadati pelanggan yang ingin menikmati sarapan khas melayu Peraawang nan penuh cita rasa.
Arpiah, perempuan berusia 70 tahun yang merintis usaha ini, mengisahkan bagaimana ia mulai berjualan sejak lokasi pasar masih berada di tempat lama.
“Dulu saya mulai berjualan di pasar lama sekitar tahun 80-an. Sekarang, saya dibantu anak dan menantu, Dedek dan Mirna,” ujarnya Sabtu (15/2).
Meski telah berusia senja, Arpiah tetap mempertahankan perannya dalam mengolah bumbu, sementara anak dan menantunya bertugas melayani pelanggan.
Menu andalan yang ditawarkan adalah lontong pecal dan lontong sayur dengan harga terjangkau dan tidak membuat kantong pelanggan bolong.
“Kalau lontong pecal pakai telur, harganya Rp10.000. Selain itu, ada juga aneka gorengan seharga Rp1.000 saja,” kata Arpiah.
Meski enggan menyebutkan omset hariannya, ia mengaku bersyukur usahanya tetap berjalan dan laris manis hingga kini. “Alhamdulillah, masih banyak pelanggan setia,” tambahnya.
Salah satu pelanggan tetap, Ajay, yang bekerja sebagai staf di kantor desa setempat, mengaku selalu menikmati sarapan di warung Arpiah setiap akhir pekan.
“Selain enak dan lezat, tempat ini juga punya nuansa khas karena sudah ada sejak 40 tahun lalu. Sembari makan, kita bisa melihat kapal yang hilir mudik di Sungai Siak. Suasana ini bikin sarapan jadi lebih nikmat,” katanya.
Menurut Ajay, usaha kuliner seperti milik Arpiah seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
“Ini bukan sekadar warung makan biasa, tapi bagian dari sejarah kuliner di Perawang. Harapan saya, pemerintah bisa memberikan dukungan kepada UMKM seperti Bu Arpiah supaya usahanya tetap lestari,” ujarnya menyudahi.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Perawang, mencicipi lontong pecal Arpiah sembari menikmati pemandangan Sungai Siak adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan.***











