Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Dewan Pakar BGN Soroti Unggahan Keluhan MBG di Medsos

Dewan Pakar BGN Soroti Unggahan Keluhan MBG di Medsos

Jakarta — Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, menilai maraknya unggahan keluhan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh murid di media sosial tidak membawa manfaat positif. Menurutnya, tindakan tersebut justru berpotensi membentuk sikap tidak bersyukur dan dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Ikeu mencontohkan kasus temuan belatung dalam makanan MBG yang sempat viral. Ia menegaskan, persoalan seperti itu seharusnya diselesaikan secara internal tanpa perlu diumbar ke ruang publik.

“Misalnya soal ditemukan belatung tadi. Bilang ke guru. Nanti akhirnya ada solusi, oh diganti dengan yang ini. Sudah beres. Karena hanya satu yang ada belatungnya, kenapa mesti di-posting?” ujar Ikeu Tanziha, dikutip dari Source Maju, Rabu (24/12).

Menurut Ikeu, mekanisme pelaporan sudah jelas. Murid cukup melaporkan kepada guru agar dapat segera ditindaklanjuti, termasuk penggantian menu makanan yang bermasalah.

“Kalau ada masalah pada menu MBG, laporkan saja ke guru. Tidak perlu diviralkan. Yang penting solusinya cepat dan tepat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan sistem pengaduan khususagar keluhan terkait MBG dapat disampaikan langsung dan terintegrasi ke Badan Gizi Nasional.

“Pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital sedang menyiapkan sistem pengaduan khusus agar laporan bisa diterima langsung oleh BGN,” jelas Ikeu.

Namun, pandangan tersebut mendapat tanggapan dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). P2G menilai, penggunaan media sosial oleh murid maupun guru sebagai sarana menyampaikan keluhan tidak bisa dilepaskan dari masih adanya rasa takut dan tekanan di lingkungan sekolah.

P2G menyebut, tidak sedikit murid dan guru yang merasa tidak aman atau khawatir mendapat konsekuensi ketika menyuarakan persoalan secara langsung.

“Faktanya, masih banyak murid dan guru yang merasa tertekan atau takut menyampaikan masalah MBG secara langsung. Media sosial sering kali dianggap sebagai satu-satunya ruang aman untuk bersuara,” ungkap perwakilan P2G.

P2G mendorong pemerintah memastikan sistem pengaduan resmi benar-benar mudah diakses, aman, dan melindungi pelapor dari tekanan, sehingga keluhan dapat disampaikan tanpa harus melalui media sosial.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan peserta didik di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam pengawasan program ini dapat dilakukan secara konstruktif demi perbaikan bersama.

58 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png