Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Prabowo Tegaskan Tiga Prioritas Polri: Berantas Narkoba, Selundupan, dan Judi Online

Prabowo Tegaskan Tiga Prioritas Polri: Berantas Narkoba, Selundupan, dan Judi Online
Screenshot

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan tiga prioritas utama yang harus menjadi atensi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam penegakan hukum.

Ketiga hal tersebut adalah pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi online. Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10).

Prabowo menilai, ketiga persoalan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman langsung terhadap kedaulatan bangsa dan masa depan generasi muda Indonesia.

“Kita harus tegas, tidak boleh setengah hati. Narkoba menghancurkan moral, penyelundupan melemahkan ekonomi, dan judi online merusak mental rakyat,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden memerintahkan Polri memperkuat pengawasan di pintu-pintu masuk negara, seperti pelabuhan, perbatasan, dan jalur-jalur laut kecil yang kerap dimanfaatkan oleh jaringan kriminal internasional.

“Kita mau cegah penyelundupan narkotika lewat sampan-sampan di ribuan wilayah tikus. Mereka main di celah-celah kita. Itu tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkap modus operandi baru sindikat narkoba internasional yang semakin canggih, bahkan menggunakan kapal selam untuk mengedarkan narkotika lintas negara.

“Sekarang ada kartel narkoba yang punya kapal selam, saudara-saudara. Ini bukan hal kecil, ini perang. Dan Polri harus berada di garis depan,” tegasnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan. Dia mengingatkan bahwa kekuatan utama bangsa adalah solidaritas antara rakyat dan aparat penegak hukum.

“Tentara harus jadi tentara rakyat, polisi harus jadi polisi rakyat. Rakyatlah yang jadi mata dan telinga. Kalau rakyat percaya, negara kuat,” ujarnya.

Presiden kemudian memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seluruh jajaran atas komitmen dan kinerja nyata dalam pemberantasan narkoba.

Prabowo menilai Polri berhasil menunjukkan hasil konkret melalui berbagai operasi gabungan lintas lembaga.

“Saya bangga. Polisi harus lebih sigap, kerja sama dengan TNI, Bea Cukai, Kejaksaan, BNN, PPATK. Jangan ada ego sektoral. Kita satu korps, Korps Merah Putih, Korps NKRI,” tuturnya.

Data yang disampaikan Polri menunjukkan capaian signifikan selama satu tahun terakhir, dari Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Dalam periode tersebut, Polri berhasil menyita 214,84 ton narkotikasenilai Rp29,37 triliun, menangkap 65.572 tersangka dari 49.306 kasus, serta mengungkap 22 tindak pidana pencucian uang dengan aset mencapai Rp221,38 miliar. Pada kegiatan hari itu, 2,1 ton narkotika berbagai jenis dimusnahkan sebagai simbol komitmen pemerintah dalam perang terhadap narkoba.

59 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png