Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Jadi Saksi di Sidang Sengketa PT.SSL Afni Sampaikan Pesan Moral dan Semangati Terdakwa

Jadi Saksi di Sidang Sengketa PT.SSL Afni Sampaikan Pesan Moral dan Semangati Terdakwa

PEKANBARU Meski baru menerima surat panggilan pada Rabu sore, Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, tetap menunjukkan sikap tanggung jawab moralnya dengan hadir memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan konflik antara masyarakat dan PT Siak Sri Laksana (SSL) di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (16/10).

Bupati Afni datang dari Jakarta sejak subuh menggunakan penerbangan pertama menuju Pekanbaru demi memastikan dirinya hadir tepat waktu.

“Sebagai kepala daerah, saya punya tanggung jawab moral dan hukum untuk hadir jika diminta majelis hakim. Meski harus mengorbankan agenda penting bersama Wakil Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Riau, saya memilih datang karena ini menyangkut masyarakat saya sendiri,” ujarnya.

Saat sidang yang dipimpin majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru itu, Afni Zulkifli memberikan kesaksiannya usai mengucap sumpah di atas Al-Qur’an.

Ia terlihat tampil lugas, berbicara dengan tenang namun tajam, menggambarkan bagaimana konflik antara masyarakat dengan PT SSL berakar dari lemahnya komunikasi dan kurangnya penghormatan terhadap pemerintah daerah.

“Konflik ini muncul karena perusahaan gagal membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat maupun pemerintah daerah,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, perlindungan terhadap rasa aman warga juga terabaikan. Perusahaan harus sadar bahwa mereka beroperasi di tanah yang memiliki marwah dan tuah.

Menurutnya, permasalahan tersebut semakin memburuk akibat sikap arogan perusahaan yang terkesan menyepelekan posisi pemerintah daerah.

“Tanah Siak ini negeri bermarwah. Ada adat, ada aturan, dan ada tuannya. Jangan bersikap seolah-olah tanah ini tak bertuan hanya karena kekuatan modal,” tambahnya.

Afni juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah selama ini berupaya menjadi penengah, namun sering kali terhambat karena perusahaan lebih memilih berkomunikasi satu arah.

“Kami sudah berulang kali mengingatkan agar PT SSL duduk bersama masyarakat, bukan memaksakan kehendak. Tapi yang terjadi justru sebaliknya rakyat ditekan, pemerintah diabaikan,” ujarnya.

Dalam akhir persidangan, majelis hakim mengapresiasi kehadiran langsung Bupati Siak yang tetap hadir di tengah padatnya agenda pemerintahan. Menanggapi itu, Afni menyampaikan terima kasih sembari menegaskan bahwa dirinya hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai orang tua bagi rakyatnya.

“Saya di sini bukan untuk berpihak, tapi untuk memastikan keadilan tetap berpijak di bumi Siak,” katanya.

Usai memberikan keterangan, Bupati Afni mendekati warga Siak yang menjadi terdakwa dan menyalami satu per satu sambil menenangkan mereka.

Ia juga berpesan agar masyarakat tetap sabar dan tidak mudah terprovokasi.

“Jangan bertindak anarkis. Kita harus menjaga marwah negeri ini dengan kepala dingin dan hati besar,” pesannya.

Sebelum meninggalkan pengadilan, Afni menyampaikan pesan moral kepada seluruh pihak agar menjadikan konflik ini sebagai pelajaran berharga.

“Saya berharap PT SSL bisa memperbaiki diri dan menghormati masyarakat serta pemerintah daerah. Mari kita bangun Siak yang hebat, bermartabat, dan selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tutupnya memungkasi.

60 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png