Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Gubernur Riau Kukuhkan Ratusan Dubalang Kuantan, Tak Ada Toleransi Bagi Perusak Alam

Gubernur Riau Kukuhkan Ratusan Dubalang Kuantan, Tak Ada Toleransi Bagi Perusak Alam

Kuansing. – Saat momen Hari Jadi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ke-26, Gubernur Riau Abdul Wahid mengukuhkan ratusan Dubalang Kuantan, pasukan pengamanan swakarsa berbasis kearifan lokal, yang bertugas menjaga kelestarian Sungai Kuantan dan Sungai Singingi.

Pengukuhan ini berlangsung khidmat di Tepian Narosa, Kuansing, Minggu (12/10).

Apel pengukuhan dipimpin langsung oleh Gubernur Riau, didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.

Saat apel tersebut, Gubernur Wahid menegaskan bahwa Dubalang adalah simbol kebangkitan kesadaran masyarakat untuk menjaga alam dan warisan nenek moyang.

“Dubalang Kuantan yang dikukuhkan hari ini bukan hanya penjaga keamanan, tapi penjaga marwah alam dan Sungai Kuantan. Mereka adalah garda depan dalam melindungi bumi dari tangan-tangan perusak,” ujar Gubernur Wahid dengan lantang.

Penyerahan Tongkat Komando dari Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai kepada para Dubalang menjadi simbol dimulainya tugas mereka di lapangan.

Gubernur menilai, tongkat tersebut bukan sekadar simbol seremonial, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan integritas dan tanggung jawab tinggi.

Dalam arahannya, Wahid menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para pelaku perusakan lingkungan, terutama penambang emas tanpa izin (PETI) yang selama ini menjadi ancaman besar bagi kelestarian Sungai Kuantan.

Ia berujar, Dubalang harus tegas dan tidak boleh tergoda kompromi.

“Jika Dubalang menemukan pelanggaran di lapangan, jangan ada negosiasi. Jangan berdalih mencari nafkah! Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk merusak alam,” tegas Wahid.

Gubernur juga mengingatkan bahwa Dubalang wajib berkoordinasi dengan kepala desa dan lurahdalam setiap pelaksanaan tugas.

Menurutnya, kerja sama dan komunikasi lintas pihak adalah kunci agar gerakan menjaga alam berjalan efektif dan berkelanjutan.

Wahid menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai yang dinilainya berperan besar dalam menginisiasi pembentukan Dubalang Kuantan. Ia menyebut perhatian dua pimpinan tersebut sebagai bukti nyata komitmen TNI-Polri terhadap pelestarian lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolda dan Pangdam yang telah memberikan perhatian luar biasa bagi Kuansing,” ujarnya.

Pembentukan Dubalang ini, lanjutnya,  merupakan buah pemikiran dan dorongan mereka demi kebersamaan menjaga alam.

Di sisi lain, Wahid berharap pengukuhan Dubalang menjadi titik awal kebangkitan semangat baru di Kuansing dalam menjaga lingkungan hidup. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, dan masyarakat adat dinilainya sebagai fondasi kokoh dalam menciptakan Kuantan Singingi yang lestari dan bermarwah.

“Insya Allah, jika kita bersatu menjaga alam, pemerintah, TNI-Polri, dan Dubalang, maka Bumi Melayu Riau, khususnya Kuantan Singingi, akan tetap hijau, indah, dan diberkahi,” tutupnya.

Apel pengukuhan Dubalang Kuantan ini menjadi simbol kuat semangat masyarakat Kuansing dalam melestarikan alamnya.

Tak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT daerah, momen tersebut juga menandai babak baru gerakan moral dan ekologis di Tanah Jalur yang terkenal dengan Sungai Kuantan-nya itu.

55 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png