KAMPAR. — Kepolisian Sektor (Polsek) Kampar Kiri kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran narkoba. Tiga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu berhasil diringkus di dua lokasi berbeda Jumat (26/9) malam hingga Sabtu (27/9) dini hari.
Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Rusyandi Zuhri Siregar, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan jawaban atas keresahan warga yang sudah lama mengeluhkan maraknya peredaran barang haram di wilayah hukum mereka.
“Aksi para pelaku di wilayah hukum Polsek Kampar Kiri ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Tidak ada ruang bagi pengedar narkoba di sini,” tegas Zuhri.
Penangkapan pertama dilakukan di lokasi yang menarik perhatian, tepat di bawah Tugu Khatulistiwa, Dusun Khatulistiwa, Desa Lipat Kain Selatan.
Seorang pemuda berinisial NA (22), warga Dusun Rakit Gadang, Desa Lipat Kain Selatan, ditangkap sekitar pukul 22.30 WIB. Dari tangan NA, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 0,22 gram bruto.
Tak berhenti di situ, polisi kemudian melanjutkan penyelidikan ke titik kedua yang berada di Dusun Sungai Dongku, Desa Kebun Durian, Kecamatan Gunung Sahilan. Sekitar pukul 02.30 WIB, dua orang pelaku lainnya berhasil dibekuk di dalam sebuah rumah. Mereka adalah AA (32) dan DE (26), keduanya warga Desa Kebun Durian.
Dari penangkapan AA dan DE, aparat menyita sabu dengan berat sekitar 0,32 gram bruto. Meski barang bukti terbilang kecil, polisi menegaskan bahwa operasi ini menjadi bukti keseriusan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.
“Tidak ada kompromi bagi pelaku narkoba, sekecil apapun barang buktinya, hukum tetap berjalan,” ujar Zuhri dengan nada tegas.
Kini ketiga pelaku telah digelandang ke Mapolsek Kampar Kiri untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik para tersangka.
Kompol Zuhri menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Menurutnya, keberhasilan operasi ini adalah buah dari sinergi antara warga dan aparat.
“Informasi masyarakat sangat menentukan. Tanpa dukungan mereka, operasi ini tidak akan berjalan efektif,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kapolsek menyerukan agar seluruh lapisan masyarakat bersatu melawan narkoba. Ia bilang bahwa narkotika bukan hanya merusak masa depan generasi muda, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi kehidupan sosial.
“Harapan kita, mari sama-sama kita perangi narkoba di wilayah hukum Polsek Kampar Kiri ini. Jangan beri kesempatan sedikit pun kepada para pelaku,” serunya.
Dengan penangkapan tiga pelaku ini, Polsek Kampar Kiri menegaskan komitmennya untuk tidak memberi ruang gerak bagi jaringan narkoba. Masyarakat pun diimbau terus proaktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan, demi terciptanya lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.








