Erick Thohir Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menpora
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet (reshuffle) dengan melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025), berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96 P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo secara langsung memimpin pengucapan sumpah jabatan. Erick Thohir menggantikan Dito Ariotedjo yang diberhentikan pada reshuffle kabinet sebelumnya.
Dengan penunjukan ini, posisi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya diemban Erick menjadi kosong.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Erick saat membacakan sumpah jabatannya.
Ia melanjutkan, “Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab.”
Setelah pengucapan sumpah, Erick menandatangani berita acara pelantikan, disusul ucapan selamat dari Presiden Prabowo dan para menteri Kabinet Merah Putih.
Pelantikan Erick menandai fase baru dalam perjalanan kariernya. Sebelumnya, ia dikenal sebagai sosok multitalenta yang menjembatani dunia bisnis, olahraga, dan pemerintahan. Keputusan Presiden Prabowo dinilai sebagai upaya memperkuat sektor kepemudaan dan olahraga melalui figur yang memiliki rekam jejak panjang dalam tata kelola kelembagaan dan manajemen event berskala internasional.
Erick Thohir lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970 dari keluarga pengusaha terkemuka. Ayahnya, Mochammad Teddy Thohir, dikenal sebagai tokoh yang turut membesarkan Astra International. Didikan keluarga membuat Erick terbiasa mandiri sejak kecil. Jiwa kewirausahaannya terlihat sejak usia sembilan tahun ketika ia mulai merintis usaha kecil-kecilan.
Pendidikan tinggi ditempuhnya di Amerika Serikat. Erick meraih gelar Sarjana (B.A.) dari Glendale Community College pada 1991, kemudian melanjutkan Magister Administrasi Bisnis (MBA) di National University, California, pada 1993.
Pada 2023, ia memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Brawijaya atas kontribusinya dalam transformasi BUMN.
Dalam karier profesionalnya, Erick membangun Mahaka Group sejak 1992. Ia dikenal sebagai figur di balik Harian Republika, ANTV, dan sejumlah perusahaan media lainnya. Selain bisnis, Erick berkiprah di olahraga: dari basket nasional hingga mengakuisisi klub sepak bola Inter Milan. Ia juga memimpin sukses Asian Games 2018, serta dipercaya menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan kini PSSI.
Di pemerintahan, Erick dipercaya Presiden Joko Widodo menjabat Menteri BUMN pada periode 2019–2024. Ia melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap perusahaan pelat merah, mendorong efisiensi dan inovasi. Pada periode kedua, Prabowo-Gibran kembali menempatkannya di kursi yang sama sebelum kini dialihkan menjadi Menpora.
Keputusan menunjuk Erick sebagai Menpora dinilai strategis. Selain pengalamannya di bidang manajerial, Erick memiliki jejaring luas di dunia olahraga nasional maupun internasional. Analis politik menilai, Prabowo sedang mengonsolidasikan kekuatan kabinet dengan figur-figur yang memiliki kapasitas teknokratis dan rekam jejak solid.
Pengamat olahraga juga menilai pelantikan ini bisa membawa angin segar bagi dunia olahraga Indonesia.
“Dengan pengalaman Erick di Asian Games 2018, Inter Milan, dan PSSI, ia memiliki kompetensi yang teruji. Tantangannya adalah bagaimana mengintegrasikan kebijakan olahraga dengan pembangunan pemuda secara nasional,” ujar Dr. Hendra Purnama, pakar kebijakan publik Universitas Indonesia.
Meski demikian, muncul pula pertanyaan publik tentang siapa yang akan mengisi jabatan Menteri BUMN yang ditinggalkan Erick. Posisi tersebut dianggap vital dalam menopang perekonomian nasional.
Presiden Prabowo diperkirakan segera mengumumkan penggantinya dalam waktu dekat. Dengan demikian, reshuffle kabinet jilid tiga ini menjadi momentum penting dalam penataan pemerintahan di awal masa jabatan Prabowo-Gibran.








