Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Budi Gunawan Diberhentikan Prabowo, Akhiri Perjalanan Panjang dari Calon Kapolri hingga Menko Polkam

Budi Gunawan Diberhentikan Prabowo, Akhiri Perjalanan Panjang dari Calon Kapolri hingga Menko Polkam

Budi Gunawan Diberhentikan Prabowo

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberhentikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan pada reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (8/9/2025).

Keputusan ini menandai akhir karier panjang pria kelahiran Surakarta, 11 Desember 1959 tersebut, yang pernah melejit di era Presiden Megawati Soekarnoputri dan sempat gagal menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo.

Budi Gunawan, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1983, pernah menjabat berbagai posisi penting, termasuk Wakapolri (2015) dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sebelum akhirnya dipercaya Prabowo sebagai Menko Polkam pada 21 Oktober 2024.

Pria kelahiran tahun 1959 silam  itu menjadi satu-satunya menteri koordinator yang diberhentikan dalam reshuffle pertama kabinet Prabowo.

Pemberhentian BG dilakukan Senin sore, 8 September 2025, setelah hampir 11 bulan menjabat.

Pengumuman reshuffle dilakukan di Istana Negara, Jakarta.

Alasan resmi belum dijelaskan secara detail, namun sumber internal menyebutkan Prabowo menginginkan “penyegaran kabinet” di bidang politik dan keamanan.

Pemberhentian diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo. “Pak Budi Gunawan telah bekerja dengan baik, namun kabinet ini membutuhkan penyegaran agar kinerja lebih optimal. Saya ucapkan terima kasih atas pengabdian beliau,” kata Prabowo di Istana Negara, Senin (8/9).

Karier Budi Gunawan sebelumnya sempat menjadi sorotan publik pada 2015, ketika Presiden Jokowi mengajukan namanya sebagai calon tunggal Kapolri.

Meski lolos uji kelayakan di DPR, ia gagal dilantik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka kasus rekening gendut. Namun, status itu gugur setelah ia memenangkan praperadilan.

Seorang pengamat politik Universitas Indonesia, Arif Santosa, menilai pemberhentian Budi Gunawan adalah momen simbolis.

“Ini bukan sekadar reshuffle, tetapi penutup perjalanan panjang seorang figur intelijen dan kepolisian yang kontroversial sejak era Megawati hingga Jokowi,” ujarnya kepada wartawan.

Meski diberhentikan, nama Budi Gunawan diperkirakan masih akan diperhitungkan di lingkaran politik dan keamanan nasional.

60 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png