Muhammadiyah KKN di Dayun
SIAK- Maraknya penggunaan gadget dikalangan anak-anak dan dampak bahaya pengaruh narkoba dan judi online dikalangan remaja, menjadi perhatian serius kelompok mahasiswa 132 Universitas Muhammadiyah Aisyiyah (MAs) Provinsi Riau mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.
Mereka menggelar kegiatan edukasi kepada siswa kelas 6 di SDN 01 Dayun dan di SMP 02 Dayun, Kampung Dayun yang bertujuan agar hal itu tidak terjadi dikalangan siswa.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa, karena materi disampaikan dengan cara yang sederhana, dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, dan diselingi permainan yang menyenangkan.
Ketua Kelompok 132 Ikhsan Ramadhan mengatakan bahwa terlalu lama menggunakan gadget dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mata, kurang bergerak sehingga tubuh menjadi lemas, hingga menurunnya konsentrasi belajar.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami dari mahasiswa KKN MAs 132 berharap para siswa mampu membawa kebiasaan positif tersebut ke rumah, sehingga penggunaan gadget bisa lebih terkontrol dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan maupun prestasi belajar,” kata Ikhsan Ramadhan, Minggu(7/9/2025).
Ikhlas menjelaskan, tidak hanya teori, siswa juga diajak berdiskusi mengenai kebiasaan mereka sehari-hari, seperti bermain game atau menonton video dalam waktu lama.
“Melalui contoh nyata, mereka diajak memahami pentingnya mengatur waktu penggunaan gadget,” jelasnya.
Dikesempatan itu, kelompok 132 ini juga memperkenalkan aktivitas alternatif yang lebih sehat, seperti membaca buku, berolahraga, dan berinteraksi langsung dengan teman sebaya.
Acara ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa gadget sebaiknya digunakan secara bijak.
“Anak-anak perlu memahami bahwa gadget adalah alat bantu, bukan sesuatu yang harus dikuasai sepenuhnya. Dengan mengatur waktu, mereka bisa tetap sehat sekaligus cerdas dalam belajar,” terangnya.
Begitu juga dampak negatif penyalahgunaan narkoba dan meningkatnya jumlah remaja yang terjerat judi online bisa merusak masa depan pelajar.
Bahaya narkoba, dapat merusak kesehatan fisik, mengganggu perkembangan otak, menurunkan prestasi belajar, hingga merusak masa depan.
“Para pelajar ini kita perlihatkan contoh kasus nyata, agar lebih memahami betapa berbahayanya narkoba bagi seusia mereka,” kata Ikhsan.
“Selain dampak negatif narkoba, kita juga menjelaskan bahaya judi online yang saat ini banyak menyasar ke kalangan pelajar,” tambahnya.
Dijelaskannya, judi online bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat menimbulkan kecanduan, memicu stres, membuat hubungan keluarga terganggu, hingga berpotensi menjerumuskan pelajar ke tindakan kriminal.
“Untuk mencegah hal tersebut, siswa diajak berdiskusi tentang cara menghindari ajakan teman sebaya, mengisi waktu dengan kegiatan positif, dan berani melapor jika melihat lingkungan yang terindikasi narkoba atau judi online. Edukasi dibuat interaktif melalui sesi tanya jawab, sehingga siswa dapat lebih terbuka dalam berbagi pengalaman maupun pertanyaan,” ungkapnya.
Ikhsan berharap, dengan kehadiran kelompoknya di SDN 01 dan SMPN 02 ini bisa memperkuat karakter siswa agar berani berkata “tidak” pada narkoba maupun judi online.
“Remaja adalah generasi penerus bangsa. Kami ingin adik-adik bisa menjaga diri, memilih lingkungan yang baik, dan fokus pada cita-cita tanpa terjerumus pada hal-hal yang merusak masa depan,” ujarnya.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMPN 02 kelas 3 memiliki pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang kuat dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online,” pungkasnya.








