Bupati Siak Dr. Afni Z
Siak,– Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyatakan akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar izin operasional PT Seraya Sumber Lestari (SSL) ditinjau ulang bahkan dicabut.
Hal itu disampaikan Afni bukan tanpa alasan, orang nomor satu di negeri istana itu merasa berbagai upaya musyawarah antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak perusahaan dinilai tidak menghasilkan titik temu.
Afni bilang dirinya baru saja melakukan pertemuan dengan pemilik saham PT SSL yang disebut memiliki pengalaman panjang dalam bisnis akasia.
Kendati demikian, harapan untuk membuka ruang dialog tidak berjalan sesuai rencana.
“Pertemuan yang seharusnya menjadi wadah mencari solusi hanya berlangsung sekitar sepuluh menit dan berubah menjadi adu argumen,” beber Afni kesal.
Pihak perusahaan, lanjut mantan aktivis lingkungan itu menunjukkan sikap yang menurut orang nomor wahid di negeri istana itu kurang menghargai marwah Negeri Siak. Akhirnya, pertemuan itu bubar tanpa hasil.
Sejak awal masa jabatannya dua bulan lalu menjadi Bupati Siak, Afni bersama jajaran pemerintah daerah telah berupaya mencarikan jalan tengah atas konflik lahan yang melibatkan masyarakat Kampung Tumang dan Merempan Hulu dengan PT SSL. Namun, sikap perusahaan dinilai tidak membuka ruang musyawarah yang sehat.
“Kalau mereka datang dengan etika dan sopan santun, mungkin kita bisa duduk bersama mencari jalan keluar. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ini bukan hanya soal lahan, tetapi juga menyangkut martabat negeri kita,” tegas Afni.
Kejadian ini, lanjutnya, sudah ia komunikasikan dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melaporkan kronologi lengkap ke instansi berwenang di tingkat pusat, termasuk Kementerian Kehutanan.
“Kalau addendum izin tidak lagi mampu menyelesaikan masalah, maka opsi terbaik adalah pencabutan izin PT SSL. Keberadaan perusahaan ini sejak awal lebih sering membawa mudarat bagi masyarakat. Tidak sedikit anak negeri yang harus berhadapan dengan hukum karena persoalan lahan dengan mereka,” ujar Afni.
Bupati Siak juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar perjuangan ini mendapat rida Allah SWT.
“Ini bukan semata urusan izin perusahaan, tapi menyangkut marwah negeri kita. Siak negeri bertuan, dan harga diri itu tidak bisa diukur dengan materi,” pungkasnya.
Sebagai informasi untuk kembali di ingat, konflik antara masyarakat dan PT SSL telah berlangsung lama. Pada Juni 2025 lalu, ketegangan sempat memuncak ketika warga meluapkan kekecewaan dengan merusak dan membakar fasilitas perusahaan. Masyarakat menilai PT SSL tidak menunjukkan sikap yang menghargai hak-hak warga setempat dalam pengelolaan lahan.








