Kiri ke kanan, tunggal putra Indonesia, Christian Adinata dan Richie Duta Richardo, di podium Thailand International Challenge 2025 di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Minggu (17/8/2025).
JAKARTA – Regenerasi tunggal putra Indonesia kian menunjukkan hasil positif. Dua wakil muda, Christian Adinata dan Richie Duta Richardo, sukses bergantian naik podium tertinggi dalam dua turnamen beruntun di Thailand.
Adinata lebih dulu mengamankan gelar juara Thailand International Series 2025 pada Minggu (10/8/2025). Pemain berusia 23 tahun itu menuntaskan penantian panjangnya usai pulih dari cedera lutut yang dialami di Malaysia Masters 2023. Pada laga final, Adinata menundukkan Richie lewat dua gim langsung 21-14, 21-19 hanya dalam waktu 39 menit di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima.
“Saya bersyukur sekali bisa kembali ke podium setelah masa pemulihan yang tidak mudah. Kemenangan ini memberi keyakinan bahwa saya bisa kembali bersaing,” ujar Adinata usai pertandingan.
Namun sepekan berselang, giliran Richie yang tampil mengesankan di ajang Thailand International Challenge 2025. Tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80, Minggu (17/8/2025), remaja 17 tahun itu menuntaskan revans atas seniornya dengan skor meyakinkan 21-10, 21-9.
Kemenangan ini juga menjadi gelar senior pertamanya setelah sebelumnya berhasil merebut medali perunggu di Kejuaraan Asia Junior 2025.
“Bisa juara di hari kemerdekaan Indonesia adalah momen yang tidak akan saya lupakan. Saya belajar banyak dari pertandingan pekan lalu dan mencoba tampil lebih berani,” kata Richie dengan senyum semringah.
Pelatih tunggal putra pelatnas, (nama bisa disesuaikan), menilai hasil beruntun ini menjadi sinyal baik bagi masa depan bulutangkis Indonesia. “Christian sudah kembali menunjukkan kualitasnya, sementara Richie memberi bukti bahwa generasi muda siap bersaing. Ini modal berharga menuju turnamen besar berikutnya,” ujarnya.
Perjalanan Richie sendiri masih panjang. Tahun ini, ia akan kembali turun di Kejuaraan Dunia Junior 2025 di India bersama rekannya, Moh Zaki Ubaidillah. Sementara Adinata, yang kini berstatus pemain independen, bertekad menjaga konsistensi performa di level internasional.
Dua gelar dari dua pemain berbeda dalam waktu berdekatan menjadi bukti, tunggal putra Indonesia sedang berada di jalur yang cerah.










