Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

250 Kios di Pasar Rakyat Tembilahan Ludes Dilalap Api, Pedagang Menangis Ratapi Nasib

250 Kios di Pasar Rakyat Tembilahan Ludes Dilalap Api, Pedagang Menangis Ratapi Nasib

INDRAGIRI HILIR — Duka mendalam menyelimuti pedagang Pasar Terapung atau Pasar Rakyat Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir,  Riau. Ditaksir 250 kios hangus dilalap si jago merah dalam kebakaran hebat yang terjadi Jumat (10/10) dini hari.

Api yang berkobar sejak pukul 00.40 WIB baru berhasil dipadamkan dua jam kemudian, setelah petugas bahu-membahu menjinakkan amukan api di tengah kondisi air sungai yang surut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, Junaidi, menuturkan bahwa pihaknya menurunkan lima unit mobil pemadam ke lokasi untuk mengatasi kebakaran yang cepat menyebar karena kios-kios di pasar tersebut sebagian besar terbuat dari bahan kayu.

Kondisi air sungai yang surut sempat menjadi kendala, namun berkat kerja keras tim dan bantuan warga, api akhirnya bisa dikendalikan sekira pukul 02.40 WIB,” ujarnya.

Junaidi mengungkapkan, kobaran api begitu cepat menjalar karena banyak kios menjual bahan mudah terbakar seperti plastik, kemasan, dan kayu.

Kami turut berduka atas musibah ini. Banyak pedagang yang kehilangan seluruh dagangannya dalam sekejap mata,” tambahnya.

Junaidi juga bilang,  pihaknya bersama Dinas terkait akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurut data sementara, kios yang terbakar merupakan milik pedagang yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sayur, ikan asin, pakaian, hingga perabot rumah tangga.

Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, bahkan bisa lebih jika menghitung keseluruhan aset dan stok barang yang lenyap terbakar.

Untuk pedagang perabotan saja, satu kios bisa rugi hingga ratusan juta rupiah,” kata salah seorang saksi, Hasan (45), yang sehari-hari berjualan alat dapur di pasar tersebut.

Kapolsek KSKP Tembilahan, IPTU Fauzan, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut bahwa pihak kepolisian bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran.

Kami langsung membantu proses pemadaman serta mengamankan area agar warga tidak mendekat ke titik berbahaya,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari arus pendek listrik di salah satu kios. Kendati demikian, Fauzan menegaskan pihaknya masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lapangan.

Dugaan sementara korsleting listrik, tapi kami tidak ingin berspekulasi. Penyelidikan mendalam masih berjalan untuk memastikan penyebab pasti serta menghitung total kerugian,” timpalnya.

Di tengah kepanikan, beberapa pedagang hanya bisa pasrah melihat kios dan dagangan mereka menjadi abu. Sejumlah warga menitikkan air mata menyaksikan lokasi yang sehari-hari menjadi sumber penghidupan berubah menjadi puing hitam berasap.

Tidak ada yang bisa kami selamatkan, semuanya hangus. Hanya pakaian di badan yang tersisa,” ujar Siti Aminah (39), pedagang ikan asin yang kini kehilangan tempat berjualan.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Melalui koordinasi lintas instansi, Pemkab tengah menyiapkan langkah-langkah pemulihan bagi para pedagang yang terdampak, termasuk pendataan bantuan darurat dan relokasi sementara.

Kami akan berupaya membantu secepat mungkin. Ini bukan sekadar kehilangan tempat berdagang, tapi kehilangan sumber kehidupan masyarakat,” ungkap salah seorang pejabat Dinas Koperasi dan UKM Inhil.

Duka para pedagang menjadi tanggung jawab bersama untuk bangkit kembali. Kini, yang tersisa hanyalah harapan agar roda perekonomian kecil di jantung Kota Tembilahan itu bisa segera pulih dan kehidupan para pedagang kembali berdenyut seperti sedia kala.

59 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png